Jumat, 13 April 2012

Kita, dan anak-anak kita

oleh Mala Hayati Rahmah pada 6 Oktober 2011 pukul 19:14 ·
Kaget saat seorang anak kecil _usia sktr 7 tahun_ 'menodong'ku di sebuah mesjid di sekitar kampus. Dengan polosnya dia meminta _sedikit memaksa lebih tepatnya_ agar aku memberikannya uang . Herannya, anak itu berpakaian 'rapi' layaknya orang berada. Aku pun meninggalkan mesjid dengan tanda tanya memenuhi kepalaku. Miris.

Mau jadi apa bangsa kita nanti jika mental calon-calon pemimpinnya sudah terkorupsi begini?? Ingin mendapatkan apa yang di inginkan tanpa mau bersusah payah kerja keras. Inilah dia: mental pengemis! Tentu lingkungannyalah yang membntuk ia menjadi seperti itu. Keluarga, sebagai pranata sosial pertama yang memiliki andil paling besar dalam hal ini, tentunya sangat berpengaruh dlm membentuk karakter dan kepribadian seorang anak.
Bukan bermaksud menyalahkan ke satu pihak,bukan juga bermaksud untuk menyuruh anak-anak kita bekerja. Yang menjadi titik fokusnya adalah, bahwa pengalaman tadi mengingatkan kita barangkali kitapun termsuk ke dalam anggota keluarga yg tidak peka dg kondisi anak-anak kita, adik-adik kita, keponakan-keponakan kita, atau anak-anak kecil di lingkungan tempat tinggal kita...
Padahal mereka adalah aset bangsa yg perlu kita didik. Generasi penerus yg akan memimpin negeri ini nanti.. Baik buruknya suatu bangsa ke depan tentunya ditentukan dg kualitas generasi mudanya saat ini.

Mungkin kita terlalu asyik dg diri kita sendiri, dg dunia kita sendiri. Tanpa memedulikan bahwa di sekitar kita, anak-anak kita berteriak-teriak karena mentalnya digerus oleh gaya hidup yg semakin menggila. Digerus oleh kebobrokan moral yg mulai mendunia.
Jika sudah begitu, anak-anak kita bukanlah anak-anak kita lagi. Ia akan menjadi seorang yg asing dg dirinya sendiri. Ia adalah produk didikan paham-paham hedon. Lebih diperkecil lagi: ia adalah produk dari ketidakpedulian kita. Mengingat hal ini, sangatlah miris, karena tentulah kita pun akan diminta pertanggungjawaban atas ketidakpedulian itu... Astagfirullah..
"dan hendaklah takut (kpd Alloh) orang-orang yg sekiranya mereka meninggalkan keturunan yg lemah di belakang mereka yg mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Alloh, dan hendaklah mereka berbicara dg tutur kata yg benar" [Q.S AnNisa:9]
Allahua'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar