Kaget
saat seorang anak kecil _usia sktr 7 tahun_ 'menodong'ku di sebuah mesjid di
sekitar kampus. Dengan polosnya dia meminta _sedikit memaksa lebih tepatnya_ agar aku
memberikannya uang . Herannya, anak itu berpakaian 'rapi' layaknya orang
berada. Aku pun meninggalkan mesjid dengan tanda tanya memenuhi kepalaku. Miris.
Mau jadi apa bangsa kita nanti jika mental calon-calon pemimpinnya sudah terkorupsi
begini?? Ingin mendapatkan apa yang di inginkan tanpa mau bersusah payah kerja keras.
Inilah dia: mental pengemis! Tentu lingkungannyalah yang membntuk ia menjadi
seperti itu. Keluarga, sebagai pranata sosial pertama yang memiliki andil paling
besar dalam hal ini, tentunya sangat berpengaruh dlm membentuk karakter dan
kepribadian seorang anak.
Bukan bermaksud menyalahkan ke satu pihak,bukan juga bermaksud
untuk menyuruh anak-anak kita bekerja. Yang menjadi titik fokusnya adalah, bahwa pengalaman
tadi mengingatkan kita barangkali kitapun termsuk ke dalam anggota keluarga yg tidak peka
dg kondisi anak-anak kita, adik-adik kita, keponakan-keponakan kita, atau anak-anak kecil di lingkungan
tempat tinggal kita...
Padahal mereka adalah aset bangsa yg perlu kita didik. Generasi
penerus yg akan memimpin negeri ini nanti.. Baik buruknya suatu bangsa ke depan
tentunya ditentukan dg kualitas generasi mudanya saat ini.
Mungkin kita terlalu
asyik dg diri kita sendiri, dg dunia kita sendiri. Tanpa memedulikan bahwa
di sekitar kita, anak-anak kita berteriak-teriak karena mentalnya digerus oleh gaya hidup yg
semakin menggila. Digerus oleh kebobrokan moral yg mulai mendunia.
Jika
sudah begitu, anak-anak kita bukanlah anak-anak kita lagi. Ia akan menjadi seorang yg asing dg
dirinya sendiri. Ia adalah produk didikan paham-paham hedon. Lebih diperkecil lagi:
ia adalah produk dari ketidakpedulian kita. Mengingat hal ini, sangatlah miris,
karena tentulah kita pun akan diminta pertanggungjawaban atas ketidakpedulian
itu... Astagfirullah..
"dan hendaklah takut (kpd Alloh) orang-orang yg
sekiranya mereka meninggalkan keturunan yg lemah di belakang mereka yg mereka
khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada
Alloh, dan hendaklah mereka berbicara dg tutur kata yg benar" [Q.S AnNisa:9]
Allahua'lam